Langsung ke konten utama

DUA LANGKAH PESUGIHAN (Gunung Kawi) #PART 4 dalam Rute Wisata, Jejak dan...


Gunung Kawi, merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi dengan ketinggian 2.860 Mdpl. Gunung Kawi Identik dengan ritual pesugihan dan mistisnya, di kawasan ini yang tepatnya di Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang Jawa Timur, yang berjarak kurang lebih 40 KM sebelah barat Kota Malang. Di lereng Gunung Kawi ini merupakan tempat dimakamkannya Kyai Zakaria II atau yang lebih dikenal dengan nama Eyang Djoego yang merupakan laskar Pangeran Diponegoro dalam perang merebut kemerdekaan dari penjajahan.
Dengan ditangkapnya Pangeran Diponegoro pada tahun 1830 oleh Belanda, sebagian pengikutnya melarikan diri kedaerah Jawa Timur termasuk Kyai Zakaria II yang akhirnya menetap dan mendirikan padepokan di Kesamben Kabupaten Blitar dan mengganti namanya menjadi Eyang Djoego. Bersama dengan Raden Mas Iman Soedjono yang merupakan santri kinasih Eyang Djoego. 
Eyang Djoego kemudia memerintahkan  RM Iman Soedjono untuk membuka hutan di sebelah selatan Gunung Kawi dan berpesan bahwa ia ingin dimakamkan di sana nantinya. Eyang Djoego wafat pada hari senin pahing, 1 selo 1817 (22 Januari 1871 M) dan RM Iman Soedjono wafat pada hari rabu kliwon 8 Februari 1876 dan dimakamkan di tempat yang sama. Salah satu peninggalan dari Eyang Djoego yang banyak di yakini para peziarah adalah Pohon Dewandaru, yang mana tanaman ini merupakan tanaman yang ditanam oleh Eyang Djoego. Para peziarah meyakini apabila kejatuhan daun, buah atau ranting maka, mereka akan mendapatkan keberkahan dan rezeki.
Dari penuturan H Yana selaku juru kunci pesarean Gunung Kawi, sebenarnya tempat itu bukan tempat untuk mencari atau meminta pesugihan seperti yang diyakini banyak orang. Pesarean ini sama halnya seperti pesarean para wali atau ulama, yang mana banyak orang yang datang untuk berziarah dan berdoa berdasarkan keyakinan masing-masing.
Lain halnya dengan pengunjung pesarean yang berasal dari Tasikmalaya dan Kalimantan yang kami wawancarai, mereka meyakini pesarean ini merupakan tempat yang mustajabah untuk berdoa meminta kepada Tuhan. Mereka meyakini kalau mereka berdoa ditempat ini, maka doa mereka akan dikabulkan oleh Tuhan.

           ----- kejarlah duniamu seolah-olah kamu akan hidup 
                         selama-lamanya dan kejarlah akheratmu seolah-olah
                                     kamu akan mati besok pagi. selamat berwisata dan 
                                             jangan lupa untuk bahagia --------------------------------

Komentar